Senin, 22 September 2014

Dimensi Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini



1. Dimensi Perkembangan Motorik Kasar
a. Gerak Lokomosi
Keterampilan gerak lokomotor meliputi gerak tubuh yang berpindah tempat, seperti berjalan, berlari, melompat, meloncat, meluncur, berguling dll. Keterampilan gerak lokomotor membantu kesadaran anak akan konsep ruang. Kesadaran ini disebut kesadaran persepsi motorik yang meliputi kesadaran dirinya sendiri, waktu, hubungan ruang, konsep arah, visual dan pendengaran.
b. Gerak Non lokomosi
Keterampilan gerak non lokomotor yaitu menggerakan tubuh dengan posisis tubuh diam ditempat, seperti mengangkat, berayun bergoyang,merentang, memegang, memeluk, memutar, membungkuk, dan mendorong. Keterampilan ini berhubungan dengan keseimbangan.
c. Gerak manipulatif
Keterampilan gerak manipulatif meliputi penggunaan serta pengontrolan gerakan otot-otot kecil yang terbatas, terutama pada tangan dan kaki, seperti menyepak, melempar, mengarahkan, memikul, melambung, menangkap
    
2. Prinsip-prinsip Perkembangan Motorik Kasar
          Prinsip-prinsip pelaksanaan aktivitas permainan untuk perkembangan motorik kasar yaitu :
1.    Sesuai dengan tahapan perkembangan anak.
2.    Suasana yang menyenangkan (Joyfull learning).
3.    Berencana dan bertahap.
4.    Aktivitas yang variatif.
5.    Aktivitas dalam bentuk permainan.
3. Tahapan Perkembangan Motorik Kasar
    a. Penjelajahan (Eksploration)
       Dalam tahap penjelajahan (eksploration) anak akan mempelajari sesuatu dengan mencari tahu sendiri apa yang mungkin dikerjakan.


    b. Penemuan (Discovery)
       Tahap penemuan (discovery) merupakan tahap anak menemukan konsep gerakan. Konsep tersebut diperkaya lagi dengan adanya kecepatan, arah, irama dan juga lingkungan.
   c. Pemilihan (Selection)/Kognisi
       Dalam tahap pemilihan (selection), anak sudah dapat memilih teknik, gaya bahkan aktivitas tertentu yang mereka inginkan.
   d. Gabungan (Coordination)
       Tahap gabungan (coordination), anak dapat menggabungkan   beberapa gerakan dengan beberapa teknik dan gaya.
   e. Otomatisasi 
Tahap otomatisasi merupakan tahap paling tinggi dalam  perkembangan motorik kasar. Pada tahap ini anak sudah memiliki gerakan reflek yang terkoordinasi dengan baik, dan juga koordinasi antara teknik dan gaya dalam gerakan.

      4. Pengembangan Kreativitas Dalam Konsep Motorik Kasar
Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa aktivitas motorik kasar dapat mengembangkan kreativitasnya. Beberapa aktivitas yang akan dibahas dalam panduan ini akan memperlihatkan kaitan antara motorik kasar dan kreativitas.
Untuk sampai ke tahap memunculkan kreativitas, ada beberapa tahapan motorik yang telah disampaikan di atas. Ada lima tahapan yang secara umum dapat dibedakan. Dimana kelima tahapan tersebut ada dalam setiap dimensi perkembangan motorik kasar. Di tahapan akhir dapat terlihat kreativitas anak dalam menghasilkan produk/hasil karya motorik kasar berupa seni gerak, baik itu berupa tarian maupun gerak tubuh seperti pantomim.

Kyan : Chapter 2

"Bu...nuget ada?", tanya Kyan sama penjaga warung deket rumah. Padahal saya aja ga tahu kalau di warung itu menjual nuget karena tujuan ke warung memang bukan untuk membeli nuget. Si ibu warung itu menjawab " Eh..kyan, blm ada, kamu datengnya kepagian, ibu baru siap-siap mau buka". Kyan seakan-akan sudah sering main ke warung itu tp seingatku dia jarang banget, bahkan saya sendiri lupa kapan terakhir ke warung itu. Rupanya pengalaman Kyan ke warung itu yang diingat yaitu sate nugetnya. Saat itu saya menambah daftar kecerdasan Kyan yang muncul yaitu Interpersonal. Salah satu kecerdasan yang dikemukakan Howard Gardner dalam Multiple Intelegences. Kyan mau dan mampu bergaul dengan baik tidak hanya dengan teman sebayanya tapi dengan yang lebih dewasa juga. Bahkan Kyan terlihat lebih senang berkomunikasi dengan yang lebih dewasa. Suatu hari ketika berenang, ada seorang ibu-ibu yang besar sekali. Kyan sepertinya terkesima dengan ukuran badan ibu itu. Kemudian Kyan mendekati si ibu itu dan menyebutkan namanya. "Iyan" kata Kyan, lalu si ibu pun merespon Kyan "Oo...namanya Iyan...umurnya berapa?"...sampai akhirnya mereka ngobrol. Kyan memang senang diajak bicara, walau kadang kita sulit mengerti apa yang dimaksud karena artikulasinya masih  belum cukup baik, bahkan Kyan harus mengulang beberapa kali kata yang dimaksud sampai harus diperagakan. Kyan terus berusaha kalau kata yang dimaksud belum dimengerti orang lain sampai lawan bicaranya mengerti.




Minggu, 21 September 2014

Pengembangan APE Berbasis Bahan Lokal



A.   Pentingnya Bermain Untuk Anak Usia Dini.
Bermain untuk anak usia dini bukan hanya hak akan tetapi kewajiban, karena bermain merupakan aktivitas yang melekat dan menjadi penciri sepanjang masa perkembangan anak usia dini. Bermain menjadi strategi belajar yang tepat dan natural yang dilakukan oleh anak usia dini. Dengan bermain, anak akan mendapatkan proses pembelajaran yang sesuai dengan tahapan perkembangannya secara natural. Oleh karena itu aktivitas bermain biasanya muncul secara alamiah pada anak usia dini kapan saja dan di mana saja ketika mereka menjelajah berbagai sumber belajar di lingkungan sekitar untuk mengetahui dan menemukan berbagai hal yang mereka anggap menarik.
Aktivitas bermain memungkinkan anak mengekspresikan pengetahuan, pemahaman dan nilai-nilai dirinya serta  menggunakan hal itu untuk berinteraksi dengan berbagai konteks lingkungan. Bermain juga menjadi penting sebagai sarana bagi anak usia dini mengembangkan fantasi dan kreativitasnya, kebutuhan gerakan fisik/motorik serta menemukan dan memperkaya perbendaharaan kosa kata, pengetahuan dan nilai yang diperoleh ketika berinteraksi sosial.
Bermain pada anak usia dini akan lebih bermakna, menarik dan menyenangkan jika disertai dengan menggunakan alat permainan edukatif. Tidak hanya itu, bermain akan bermakna bagi anak apabila terencana, tertata lingkungannya dan diberikan pijakan oleh Pendidik atau orang dewasa sehingga dapat mengembangkan semua kemampuan anak. Maka menjadi sangat penting bagi para pendidik untuk memahami tingkat perkembangan anak. Alat permainan edukatif akan membantu pendidik menjembatani tingkat pemahaman pendidik dan tingkat pemahaman anak. Anak usia dini (0-6 tahun) berada dalam tahap sensori-motor (0-2 tahun) dan pra-operasional kongkrit (2,1-7,0 tahun) yang sebagian aktivitasnya dilakukan melalui bermain dan senang mengggunakan berbagai alat permainan.
Menurut Hurlock bermain dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1.    Bermain aktif
Bermain aktif adalah bermain dengan kegembiraan yang timbul dari apa yang dilakukan anak itu sendiri. Kebanyakan anak melakukan berbagai bentuk bermain aktif,tetapi banyaknya waktu yang digunakan dan banyaknya kegembiraan yang akan diperoleh dari setiap permainan sangat bervariasi. Berbagai bentuk bermain aktif yang popular dikalangan anak adalah :
a.    Bermain bebas dan spontan
Contohnya  :
  Anak-anak ada yang bermain boneka, bermain mobil-mobilan dalam satu ruangan yang sama.
b.    Bermain peran
Contohnya :
  Bermain keluarga-keluargaan, anak-anak ada yang menjadi ayah, ibu, kakak dan adik.
  Bermain pasar-pasaran anak-anak ada yang menjadi penjual dan ada yang menjadi pembeli.
c.     Mengumpulkan benda-benda
Contohnya :
  Jaman dahulu anak-anak sering mengumpulkan pecahan genteng (bite) untuk dijadikan bahan permainan temprak.
  Mengumpulkan biji-bijian sebagai bahan permainan congklak.
d.    Membangun dan menyusun.
Contohnya :
Bermain boy-boyan, biasanya dalam permainan ini anak-anak akan menyusun potongan-potongan genteng bagi yang menjadi lawan menghancurkannya kembali dengan bola kasti. Begitulah sampai akhir hingga didapatkan pemenangnya yang berhasil mendirikan tumpukan genteng.
  Bermain membuat istana atau gunung dari pasir.
e.    Games dan olahraga.
Contohnya :
  Bermain kucing dan tikus.
Dalam satu lingkaran yang didalamnya ada yang menjadi tikus, sedangkan yang menjadi kucing berada diluar lingkaran yang harus mengejar tikus dengan cara mengejarnya dan mendobrak lingkaran tersebut yang terbuat dari anak-anak yang lainnya.
  Bermain gobak asin
f.     Bermain musik.
Contohnya :
  Memukul kaleng atau galon air secara teratur agar menjadi music.
  Bermain musik tradisional disekolah.
g.     Eksplorasi
Contohnya :
  Bernain undur-undur.
Dalam permainan ini anak-anak akan meneliti sebuah lingkaran kecil dalam tanah, apakah didalam tanah tersebut ada hewannya atau tidak sambil bernyanyi.
h.     Melamun
Contohnya :
  Bermain melamunkan menjadi seorang pahlawan kebenaran seperti menjadi power ranger.
  Melamunkan menjadi seorang pembalap yang mengendarai mobil balap.
i.      Bermain computer
Contohnya :
  Bermain playstation
  Bermain game dari internet
2.    Bermain pasif
a.    Membaca
Contohnya :
  Membaca majalah.
  Membaca Koran.
b.    Melihat dan membaca komik
Contohnya :
  Membaca komik doraemon.
  Melihat topeng monyet.
c.    Menonton film / TV.
d.    Mendengarkan radio.
e.    Mendengarkan musik


B.   Prinsip Pengembangan APE Berbasis Bahan Lokal
Prinsip pengembangan APE berbasis bahan lokal yang perlu diperhatikan pendidik PAUD diantaranya adalah :
1.    Akomodatif pada kebutuhan, karakteristik dan tahapan perkembangan anak (DAP)
2.    Aman dari berbagai aspek (sesuai SNI ISO 8124).
3.    Menarik dan Menyenangkan.
4.    Mudah dan Praktis.
5.    Mengandung berbagai pengetahuan dan nilai-nilai.
6.    Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar, termasuk bahan bekas layak pakai.

C.   Pengembangan APE Bahan Lokal
1.    Pantai
Pantai sebagai salah satu bentuk permukaan alam yang ada di Indonesia merupakan salah satu tempat yang indah dan dengan potensi alam yang luar biasa. Selain pemandangannya yang menjadi komoditas pariwisata, pantai juga memiliki bahan/material yang sangat bermanfaat sebagai sumber belajar anak. Ada pun bahan-bahan yang dapat ditemui di pantai yaitu pasir, batu-batuan kecil maupun besar, air, tanah, pepohonan yang ada di sekitar pantai. Semua itu dapat menjadi alat permainan edukatif. Salah satunya yaitu pasir, dengan pasir anak-anak dapat bermain membangun. Anak-anak akan mengeksplor imajinasinya membangun istana, rumah, masjid, benteng atau apapun yang ingin mereka buat dengan pasir yang ada di pantai.
2.    Pegunungan
Daerah pegunungan kaya akan pepohonan yang bermacam-macam,dari yang kecil sampai yang besar. Selain itu, di pegunungan banyak beraneka jenis tumbuhan bunga, buah, dan juga pohon-pohon rindang yang dapat dimanfaatkan dari akar hingga daunnya. Biji-bijian, bambu, pelepah, bunga, daun, batang pohon, serabut dan tempurung kelapa, jerami padi dan tanah liat adalah sebagian yang dapat dijadikan alat permainan edukatif. Seperti engrang yang terbuat dari bamboo atau dari tempurung kelapa.
3.    Perkotaan
Di perkotaan banyak tempat penjualan bahan bangunan, toko-toko kelontong, pasar, maupun tempat makan dan minum, supermarket, toko swalayan, toko besi, pasar grosir. Masing-masing tempat tersebut memiliki barang-barang khusus. Alat permainan dari tempat-tempat tersebut terdiri atas benda-benda yang sebenarnya dan bukan tiruan, sehingga anak-anak akan sangat menyukainya karena merasa seperti dalam kehidupan yang sebenarnya. Apalagi bila pekerjaan ini dia lihat dalam keadaan sehari-hari,misalnya, dari toko besi kita dapatkan : Karet gelang, catut, tang, gergaji kecil, penggaris, palu kecil, kertas amplas macam-macam ukuran dari kasar ke halus, berbagai macam cantolan, tutup dan sekrup, berbagai ukuran paku dan sebagainya. Dari toko makanan dan kue dapat dikumpulkan, misalnya : Gelas-gelas plastik bekas, piring kertas, cup eskrim dan sendoknya, biscuit huruf, binatang, angka-angka kecil, tusuk gigi, tusuk sate dan sebagainya. (Mayke. 2001:75-76). Di supermarket/toko swalayan dapat juga dibeli maupun dikumpulkan macam-macam benda yang dapat digunakan sebagai alat permainan yang dapat dikelompok-kelompokan.
4.    Perkebunan
Daerah perkebunan memiliki kekhasan tersendiri dalam pengolahan sumber daya alam, khususnya dalam pengembangan alat permainan edukatif. Kekhasan itu tergantung apa yang ditanam di perkebunan tersebut, seperti perkebunan buah diantaranya semangka, melon, durian, jeruk bali, jeruk, dll. Selain itu ada juga perkebunan bunga seperti bunga mawar, bunga matahari, bunga sedap malam dll. Perkebunan lainnya juga seperti perkebunan teh, perkebunan karet, perkebunan pohon jati, dll. Kreativitas pengembangan alat permainan edukatif biasanya muncul karena terbiasa berhadapan dengan bahan-bahan itu. Contoh alat permainan edukatif yang berkembang di daerah perkebunan jeruk bali yaitu dengan menggunakan kulit jeruk bali sabagai bahan membuat mobil-mobilan.

Kata-Kata Motivasi

Tulisan seorang sahabat yang dapat membuat pembacanya (terutama saya) merasakan energi yang cukup besar untuk bisa merasakan semangat dan motivasi. Saya berharap yang lain pun bisa merasakan hal sama....Terima kasih untuk Om Lungguh yang telah mengizinkan saya mempublikasikan tulisan indahnya di blog ini.

Kurebut waktu hanya demi sebuah keinginan...
walau tak jarang waktu sering kupermainkan...
bahkan kupaksa waktu untuk tetap berjalan...
dan sedetik waktu pun tak kan pernah kulewatkan..

(19 Sept 2014)

 Jangan salahkan angin menghempas diketinggian,
semampunya meraih gemerlapnya masa depan,
goyah bukan berati terjatuh pada kegagalan,

berperanlah tersenyum sebagai simbul ketenangan,,,,

Lelah hanyalah sebuah jeritan keluh ...
dari gerakan jiwa yang merampas peluh...
berkala usia menjadikan kita makin rapuh...
mentari codong di kemerahan senja saatnya bersimpuh....

(15 Sept 2014)

Hari esok masih bisa kita rubah mulai hari ini....
merancang keinginan sesuai yang dikehendaki....
tidak sekedar tertawa tapi tak juga harus meratapi...
karna hidup sebenarnya adalah keputusan diri sendiri...

(11 Sept 2014)

Adalah Hidup terlalu liar untuk dijinakkan....
Bahkan terlalu keras jika harus dipatahkan...
Gelombang Kesempurnaan bukan untuk dilawan...
Ikuti saja kemana arah yang harus dijalankan....

 (3 Sept 2014)

Matahari enggan membangkang diperedaran waktu...
berputar takpeduli tat kala senja telah lelah menunggu...
kaki kaki bumi berat melangkah ke arah yang dituju....
Kucuran hujan telah lama bersembunyi dibalik langit biru... 

(2 Sept 2014)

Hingga berakhir akan terusung keranda waktu....
berselimut putih jiwa terikat erat terbujur kaku....
gulita terhimpit dinding dinding raga semakin membeku...
kepada siapa lagi kita menjerit dan bisa mengadu ? 

(20 Agst 2014)

Kaum Hawa mampu membuat Lelaki bertahta...
Bahkan bersimpuh seakan tiada berdaya...
berperan meredam balutan panasnya angkara murka...
tak hayal bisa memporak porandakan seisi dunia....

(22 April 2014)

Keingingan itu seperti jajaran warna pelangi....
terbawa dalam angan hingga melambung tinggi...
Biarkan saja indah sampai terbawa ke buaian mimpi...
kepuasan tanpa batas sifat manusia secara alami.... 

(22 April 2014)

jangan bergumam lirih disela angin kencang....
pertegaskanlah kata bahkan berteriaklah lantang...
kehidupan semakin hari jelas semakin menantang...
banyak hal yang harus dilakukan untuk tersenyum riang.... 

(25 Maret 2014)
 

Kamis, 18 September 2014

Kyan : Chapter 1

Kyandra Aqila Sakhi....anakku yang pada hari ini berusia 2 tahun 7 bulan. Subhanallah....merasakan menjadi orang tua selama itu adalah hal yang sangat menakjubkan. Setiap hari diriku selalu diajari bagaimana mengontrol emosi, baik itu senang, marah, sedih. Setiap hari juga selalu ada kejutan yang akan membuatku mengucap "Subhanallah...". Aku mempelajari dunia PAUD sampai ke jenjang master tapi selalu ada saja yang membuatku merasa jadi orang bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang "anak-anak". Aku banyak belajar, dan aku rasa tidak ada sekolah mana pun yang mengajarkan bagaimana menjadi seorang ibu dan sahabat yang baik untuk anaknya. Kyan mengajarkan banyak hal, yang paling sulit aku pelajari adalah bagaimana menjadi perfect role model buat Kyan. Aku berusaha mensetting lingkungan yang sehat untuk jasmani dan rohaninya. Lingkungan keluarga masih memungkinkan tetapi diluar sana aku tidak memiliki kendali, maka itu aku harus menyiapkan Kyan agar mampu survive. Seperti kemarin, Kyan minta aku main ke sekolah sepupunya. Disana Kyan minum susu kotak, ketika Kyan mo buang kotak susunya, Kyan sibuk mencari tempat sampah, padahal ibu-ibu didekatnya menyuruh Kyan buang kotak susu di sembarang tempat. Tapi Kyan tidak mau, sampai akhirnya ketemu tempat sampah dan dibuanglah kotak susu itu. Aku cuma senyam-senyum melihat tingkahnya Kyan. Subhanallah....selama ini yang aku biasakan di rumah untuk membuang sampah pada tempatnya sudah melekat. Alhamdulillah....Kyan juga sudah terbiasa dengan kata "terima kasih", "sama-sama", "silahkan", "permisi", "Assalamualaikum", "Wa alaikum salam" dan "Alfa" (karena rumah kami deket dg mini market jadi kalau mau jajan yang disebut nama minimarketnya).
Bahkan ketika di mini market pun banyak hal yang tak terduga bisa terjadi. Seperti hari itu, ketika Kyan minta dibelikan es krim. Sebelum ke alfa kita sudah membuat kesepakatan kalau hanya es krim aja yang akan dibeli. Tetapi setelah masuk sana, banyak negosiasi yang terjadi karena selain es krim Kyan juga minta dibelikan makanan lainnya. Sulit sekali bertahan dengan kesepakatan awal, karena Kyan negosiasinya dengan sedikit rengekan. Setelah cukup alot juga, akhirnya Kyan pun kembali pada kesepakatan awal. Hanya membeli es krim. Masalahnya, kita lupa menyepakati es krim apa yang akan dibeli. Kyan ambil es krim yang harganya ....lumayan. Kalau dihitung-hitung, harga makanan yang dia ambil masih jauh lebih murah dibandingkan es krim yang Kyan ambil. Huuuh...tapi setidaknya Kyan belajar mematuhi kesepakatan yang dibuat bersama.

Minggu, 15 Juni 2014

Our mind is a time traveler...
Subhanallah....pikiran kita bisa dengan mudahnya melompat ke masa depan dan masa lalu dalam hitungan detik. Dalam keheningan dan kesunyian...kita bisa berkelana ke masa depan dengan segala khayalan tanpa batas. Menjadikan mungkin untuk hal yang tidak mungkin sekali pun, dan semua itu bisa terjadi dalam alam pikiran kita. Sang pikiran ini bisa melompat jauh tak terhingga. Skenario yang diciptakan sendiri dengan unsur drama yang menyenangkan si mpunya pikiran. Sayangnya...ketika kita kembali lagi ke masa yang sebenarnya, dimana pikiran dikondisikan pada situasi yang nyata, skenario itu tidak selamanya berjalan seperti yang kita harapkan.
Entah mengapa...disaat tertentu pikiran kita bisa melompat jauh kebelakang, ke masa lalu. Menyesal? mungkin iya, menyesali yang pernah terjadi tapi penyesalan tidak mungkin merubah masa lalu. Di masa ini skenario tidak bisa dimanipulasi. Kata "seandainya" tidak berfungsi. Semua sudah terjadi...suka atau tidak suka akan selalu menjadi bagian dari cerita kehidupan kita. karena masa lalu lah kita menjadi apa dan bagaimana diri kita saat ini. Masa lalu, sekarang dan masa depan tidak bisa terpisahkan tp bukan berarti kita harus hidup di masa lalu. life must go on....dont live in the past, u live for the future.

Selasa, 15 April 2014

Long Distance Relationship (LDR)

Teringat acara ILK (Indonesia Lawak Klub) semalam yang membahas tentang hubungan jarak jauh atau Long Distance Realtionship (LDR) jadi ingin membahas kembali dalam tulisan di blog ini. Ditambah lagi ada teman yang cerita tentang hubungan LDR nya dengan seseorang. Yang menarik tentang pembahasan semalam di ILK, LDR itu dibahas dengan penuh canda tapi banyak hal yang bisa kita ambil maknanya. Banyak pro dan kontra tentang LDR, khususnya bagi yang belum memiliki komitmen dalam hal ini yaitu pernikahan. Saya termasuk salah satu yang kontra dengan LDR karena merasa tidak memiliki kesabaran yang lebih, kepercayaan yang lebih dan keikhlasan yang lebih untuk menjalani semuanya "seorang diri". Tetapi, setelah melihat tanyangan ILK semalam banyak hal yang bisa kita lihat, tidak hanya dari 1 sisi bagi yang "ditinggalkan". Yang menarik adalah kalimat dari Ronal yang mengatakan "mereka yang menjalani LDR pantas disematkan tanda jasa sebagai pejuang cinta". Karena dalam menjalani hubungan LDR tidaklah mudah, penuh dengan perjuangan dan pembelajaran, diluar konteks berhasil atau tidak hubungan tersebut tetap ada pembelajaran yang nantinya menjadi bekal menjalani hubungan selanjutnya.
Lain lagi ketika LDR tidak hanya dilihat dari kontek jarak. Anda mungkin ingat iklan oreo yang menggambarkan semua anggota keluarga ada dalam 1 ruangan tetapi semuanya juga asyik sendiri. Ketika secara fisik kita dekat dengan seseorang tetapi hati dan pikiran kita jauh maka bukankah itu jg sama dengan LDR? Mungkin itu jg yang dimaksud Deny Chandara ketika dia mengatakan  bahwa semua itu tergantung pada komitmen. Menurut saya tidak hanya komitmen tetapi harus ada komunikasi. Dari beberapa teman saya yang menjalani LDR, ada 2 pasangan yang dapat menjadi contoh sebagai pasangan LDR yang berhasil menurut saya. Keberhasilan mereka menjalani LDR sekian puluh tahun tidak lepas dari kesabaran, keikhlasan, dan kepercayaan. Betul yang dikatakan teman saya, hubungan itu harus dilandasi dengan keyakinan dan kepercayaan kepada pasangan kita, kalau tidak ada maka jangankan LDR, yang setiap hari bertemu pun tidak akan membina hubungan dengan langgeng.
Intinya tidak semua yang menjalani LDR itu tidak akan berhasil menjalani hubungan yang langgeng. Banyak dari mereka yang dapat bertahan dan memilki keluarga sakinah, mawaddah dan warohmah. Tidak semua pasangan yang jaraknya dekat dapat bertahan dalam suatu hubungan. Bukan jarak yang akan mendasari keberhasilan suatu hubungan tapi banyak hal.  LDR itu sudah diajarkan oleh alam, ketika matahari menyinari bumi walaupun jarak matahari jauh dari bumi tapi sinarnya tetap dapat dirasakan oleh bumi, walaupun jauh matahari dan bumi tidak dapat terpisah. Setiap manusia memiliki LDR yang sangat agung yaitu LDR dengan Dia yang tak terlihat tetapi dengan keyakinan dan iman Dia lebih dekat dari urat nadi kita. Seperti lirik lagunya Katon "Cinta Putih", yang isinya "Saling mengisi tanpa pernah mengekang diri, dan jadikan percaya yang utama". Chrisye juga mengatakan dalam lagunya "Dimana engkau berada disana cintaku, walau ke ujung dunia pasti akan kunanti, meski ketujuh samudra pasti ku akan menunggu, karena ku yakin kau hanya untukku". Kata-kata yang indah tapi sulit untuk dilaksanakan ya....seandainya hidup bisa terlantun seindah syair lagu. Tapi, intiya Tak ada jarak terbentang jauh jika kayakinan dan hati sudah terpaut satu. LDR bukan sesuatu yang dihindari jika keadaaan yang memaksa tetapi LDR merupakan sesuatu yang harus disyukuri karena ada seseorang yang mempercayai dan mencintai kita nan jauh disana seperti kita mencintai dan mempercayai orang itu. Oleh karena itu cintailah orang yang anda percaya dan jangan percaya orang yang anda cintai.